> Sinopsis Lengkap People With Flaws Episode 7 >

Sinopsis Lengkap People With Flaws Episode 7

Di papan tulis nampak catatan" Kita hendak putuskan sahabat sebangku terkini!" Kang Woo bersandar dengan wajah pilu sebab belum mempunyai sahabat sebangku, sedangkan seluruh temanya telah memperoleh sahabat sebangku. Seketika seseorang perempuan tiba mendekati meja Kang Woo.

“ Bisa saya duduk disini?” cakap Seo Yeon, Kang Woo bersemu memandang Seo Yeon kemudian menganguk.

“ Oke! Kesimpulannya. Saya lega sekali. Saya dapat duduk saat ini... Ini susah. Ayo kita bersahabat baik.” Tutur Seo Yeon duduk disamping Kang Woo dengan wajah senang.

Kang Woo kembali memandang Seo Yeon didepan pedagang santapan, kemudian berasumsi Seo Yeon tidak mau bersahabat dengannya memilah buat berjalan lalu saja. Seo Yeon langsung memanggil Kang Woo serta menanya apakah tidak melihatnya. Kang Woo nampak bimbang.

“ Hei, kau melihatku. Mengapa mengabaikanku?” erang Seo Yeon. Kang Woo kesimpulannya memohon maaf.

“ Hei, kemarilah... Cepat!” Tutur Seo Yeon, Kang Woo juga berjalan mendekati Seo Yeon.


“ Lagi ada beli 2 free satu. Saya bisa jadi dapat makan 2, tetapi tidak dapat makan 3. Apa Anda ingin?” cakap Seo Yeon sembari melekap pundak Kang Woo seperti sahabat.

Mereka juga makan bersama di halaman, Seo Yeon meihat Kang Woo makan dengan lahap. Kang Woo juga nampak senang bisa makan bersama Seo Yeon. Seo Yeon menanya apakah Kang Woo ingin jadi sahabat makan cemilan.

“ Teman- temanku tidak ingin makan sebab mereka lagi diet.” Tutur Seo Yeon. Kang Woo langsung sepakat.

“ Oke. Ayo kita cap.” Tutur Seo Yeon meluruskan jarinya, Kang Woo pu melingkarkan tanganya nampak wajah bersemu merah.

“ Omong- omong, apa yang anda lukisan? Anda senantiasa melukis suatu di kategori.” Cakap Seo Yeon kemudian memandang novel kepunyaan Kang Woo.

“ Ini luar lazim. Apa Anda dapat melaksanakan ini? Apa Anda mau jadi pendesain?” cakap Seo Yeon menyanjung memandang lukisan Kang Woo.

“ Itu... Saya cuma...” tutur Kang Woo nampak malu, Seo Yeon menyanjung Kang Woo yang baginya amat Aksi sekali dan

Luar lazim.

Kang Woo mesem senang mengenang ingatan era lalunya, sedangkan Seo Yeon memandang Kang Woo dengan wajah sinis merasa tidak yakin Kang Woo melaksanakan itu di belakangnya.

Kang Woo seketika merasakan suatu serta memberitahu Seo Yeon jika ini Sangat dekat.

“ Anda sangat dekat.” Cakap Kang Woo berupaya angkat kaki tetapi Seo Yeon kembali menghadangnya.

“ Anda ingin ke mana?

Kita wajib berakhir ucapan, kan?” cakap Seo Yeon berupaya menghadang Kang Woo supaya tidak angkat kaki.

“ Bagus, ayo kita bersahabat.” Tutur Kang Woo. Seo Yeon terkejut mencermatinya membenarkan jika ucapanya itu memanglah serius

“ Apa Kalian telah membaca konsep perhitungan buat regu atletik? Apa Dapat diteken esok? Kumohon?” cakap Seo Yeon

“ Menyudahi mengikutiku.” Jelas Kang Woo. Seo Yeon juga menyudahi menjajaki Kang Woo.

“ Serta mulanya itu bukan semacam yang kalian pikirkan. Tetapi ini Sakit. Saya kesakitan.” Tutur Kang Woo menampilkan jika tanganya yang sakit kemudian berjalan berangkat.

“ Mengapa ia? Ia tidak sekaku dugaanku.” Pendapat Seo Yeon binggung memandang aksi Kang Woo.

Kang Woo memandu mobilnya menggenggam dadanya bingung“ Terdapat apa denganku? Apa saya mengidap aritmia?” Beliau juga berpikir

telah lama tidak melaksanakan pengecekan raga kemudian mengumpat jengkel serta mengenang dikala Seo Yeon menatapnya seketika dadanya berdegub.

Sedangkan di restoran, Delegasi kepala melonggo terkejut sebab Kang Woo tidak melunasi. Karyawan membetulkan. Delegasi membenarkan jika terdapat laki- laki setinggi dirinya, lumayan ganteng, serta mengenakan gamis putih serta ia tidak membayarnya. Karyawan membetulkan jika Kang Woo belum membayarnya.

“ Astaga, bisakah kalian menelepon Ketua Penting Lee?” tutur Delegasi kepala shock.

“ Saya tidak ketahui no teleponnya.” Tutur Guru. Delegasi jengkel sebab gurunya itu tidak ketahui no teleponnya.

Seo Yeon serta Mi Kyung memandang dari kejauhan. Mi Kyung menanya paakah Seo Yeon membunuhnya. Seo Yeon berterus terang tidak ketahui. Mi Kyung melonggo tidak yakin. Seo Yeon mengenang dikala menahan Kang Woo kemudian berangkat sedemikian itu saja.

“ Gimana ini? Ia seketika lenyap sehabis kalian menemuinya, serta apalagi tidak melunasi. Tuturkan. Di mana kalian menguburnya?” cakap Mi Kyung curiga

“ Ayolah... Kita telah ucapan serius.” Jelas Seo Yeon. Mi Kyung meringik jengkel.

Delegasi kepala kebimbangan yang wajib dicoba, kemudian menghasilkan kartunya. Karyawan menanya apakah Wakil ingin beri uang sekalian. Delegasi menahan kartunya kayaknya tidak jujur, kemudian berasumsi terdapat duit wajah dikala menyambut antaran. Sang karyawan mengeleng.

“ Angsuran 6 bulan.” Tutur Delegasi pasrah. Seluruh juga tidak dapat berkata- kata. Karyawan memberitahu jika totalnya melampaui batasan.

“ Tuturnya kartu ini sudah menggapai batasnya.” Cakap karyawan. Delegasi kepala juga kebimbangan.

Sedangkan Kang Woo berangkat ke" Pengarahan Dokter Kim" Dokter menanya apakah Pertanda lain timbul tidak hanya sindrom kendala pencernaan. Kang Woo membetulkan. Dokter Kim pikir Kayaknya Kang Woo sedang memiliki perasaan tidak hanya guncangan ataupun marah.

“ Misalnya apa?” tutur Kang Woo kemudian menduga jika itu

Benci. Dokter Kim cuma senyap.

“ Muak? Benci? Marah. Tidak ramah. Gusar.” Tutur Kang Woo. Dokter Kim langsung menanggapi“ Cinta.”

“ Tidak bisa jadi.” Jelas Kang Woo melawan. Dokter Kim pikir mereka supaya dapat memikirkanya.

“ Apa Anda risau tiap kali berjumpa dengannya? Keresahan merupakan ciri marah terbanyak yang kusebutkan...” tutur Dokter Kim.

“ Tidak bisa jadi!” cakap Kang Woo. Dokter Kim pikir Kang Woo tidak bisa menyangkalnya semacam itu.

“ Saya tidak menyangkalnya. Itu cuma aritmia.” Nyata Kang Woo. Dokter Kim menerangkan Kang Woo janganlah merumuskan.

“ Tidak.” cakap Kang Woo. Dokter Kim memerintahkan Kang Woo supaya membuka hatinya. Kang Woo menanggapi tidak.

“ Serta pikirkanlah.” Tutur Dokter Kim. Kang Woo menerangkan Tidak hendak sempat!

“ Apa Kalian sempat memikirkannya?” cakap Dokter Kim. Kang Woo berterus terang tidak. Dokter Kim pikir dikala Kang Woo keluaratau dikala makan santapan lezat. Kang Woo menerangkan tidak.

“ Lalu dikala kalian duduk- duduk?” tutur Dokter. Kang Woo menanggapi tidak. Dokter Kim belum ucapan. Kang Woo menanggapi tidak.

“ Jadi, apa ia sempat terpikirkan sedemikian itu saja? Saat ini? Kurasa kalian...” cakap Dokter Kim. Kang Woo lalu menanggapi tidak dari malam serta kesimpulannya mentari keluar.

Dokter Kim tertidur disofa. Sedangkan Kang Woo sedang nampak fresh fit serta menanya Mengapa beliau melaksanakan itu. Dokter Kim tersadar dari tidurnya kemudian merasa matanya amat kagum kemudian menerangkan semalam suntuk telah berkata....

“ Tidak... Bukan itu... Menurutmu mengapa saya semacam itu? Saya amat mau ketahui. Mengapa saya melaksanakan itu?” cakap Kang Woo bingung.

“ Oke... Hatimu tentu kaku sebab anda sangat tekanan pikiran.” Cakap Dokter. Kang Woo semacam suka mengikuti yang diduga

“ Bantu memeriksakan dirimu.” Tutur Dokter Kim. Kang Woo dapat sedikit senag sebab cocok dengan asumsi.

“ Ia telah memiliki tanggapannya... Anak yang teguh.” Erang Dokter Kim memandang Kang Woo kesimpulannya pergi dari ruanganya.

Kang Woo berangkat ke dokter mengecek badannya, Dokter melihat

Jantung Kang Woo nampak serius saja. Kang Woo kage merasa itu Tidak bisa jadi serta percaya terdapat yang salah dengan jantungnya. Beliau berterus terang Terdapat rumor eyang buyutnya tewas sebab penyakit jantung.

“ Bukankah betul penyakit jantung menyusut ke keluarga?” tutur Kang Woo belingsatan.

“ Janganlah takut. Tidak terdapat yang salah dengan jantungmu. Hasil uji darahmu pula baik. Anda segar.” Cakap Dokter

“ Tidak. Saya tidak segar. Anda percaya tidak terdapat mungkin kecil ataupun mungkin terkecil jantungku bermasalah?” cakap Kang Woo merasa jantungnya yang berdegup kencang

“ Kandungan kolesterolmu sedikit naik.” Cakap Dokter. Kang Woo dapat bernafas kosong berasumsi jika tentu karean itu.

“ Kalian dokter yang hebat. Sangat.” Cakap Kang Woo kemudian mesem senang berprofesi tanganya.

Kang Woo kesimpulannya kembali ke rumah membuat juice sayur- mayur serta langsung meminumnya dari tempat juice. Dengan senyuman senang menerangkan jika Kolesterol, Berakhir riwayatnya.

“ Ini luar biasa... Juice hijau sangat baik buat merendahkan kandungan kolesterol.” Cakap Kang Woo mesem senang semacam perkaranya telah berakhir sehabis minum juice.

Kang Woo memandu mobilnya ke sekolah, kemudian memandang wujud Seo Yeon berjalan di kaki lima mengarah sekolah. Jantung Kang Woo semacam berdegup cepat, Beliau juga berupaya supaya senantiasa siuman serta melanjukan mobilnya dengan kilat. Seo Yeon memandang mobil Kang Woo melonggo binggung.

Delegasi memandang Seo Yeon tiba meringik terdapat apa lagi kali ini. Seo Yeon memberitahu Ini mengenai perhitungan buat regu atletik serta berasumsi kalau

Dirut membenarkan perhitungan itu. Delegasi berterus terang tidak. Seo Yeon melonggo terkejut.

“ Ia bilang hendak menyetujuinya.” Cakap Seo Yeon bimbang. Delegasi menanya apakah sehabis kekalutan yang ia bikin tadi malam.

“ Tidak hanya itu, ia tidak tiba ke sekolah hari ini.” Tutur Delegasi. Seo Yeon bimbang sebab Kang Woo itu tiba.

“ Saya memandang mobilnya mulanya pagi.” Tutur Seo Yeon. Delegasi meringik pada Seo Yeon senantiasa membalas ucapanknya.

Seo Yeon masuk ke ruangan Kang Woo merasa jika Tidak bisa jadi jika proposalya ditolak. Tetapi Kang Woo memanglah lagi tidak terdapat diruangan, Kang Woo lagi tiduran dikamarnya lagi mengunakan masker diwajahnya sembari tiduran.

“ Tidak terdapat manfaatnya ke sekolah serta membuat diriku tekanan pikiran. Saya ketua penting. Saya dapat berangkat bila juga saya ingin.” Cakap Kang Woo.

Seo Yeon yang risau berangkat ke depan sekolah sembari meringik Kang Woo yang lagi tiba lama sekali. Mukanya yang mengharap Kang Woo tiba juga serupa semacam bagian puisi

" Saya hendak berangkat ke tempat yang kalian janjikan saat sebelum anda. Ketika menunggumu,

suara tahap kaki mendekat membuat jantungku berdegub cepat."" Ketika menunggumu, saya pula hendak menghampirimu."

Seo Yeon merasaka terdapat orang yang berjalan mendekatinya, matanya langsung bercahaya berasumsi jika Kang Woo yang tiba. Tetapi nyatanya Mi Hyuk tiba membagikan apel padanya. Seo Yeon juga tidak menyangkal.

Sedangkan Mi Kyung lagi membaca syair di sisi jendela

" Lewat pintu yang dilewati banyak orang, saya menjajaki tahap yang membuat jantungku berdegub cepat. Ketika saya menunggumu, saya pula hendak menghampirimu." Ini syair oleh Hwang Ji U.

“ Gimana bagi kamu? Ini semacam cerang rumput laut.” Cakap Mi Kyung besar hati serta tersadar jika seluruh anak muridnya tertidur.

“ Heii... Sadarlah, dasar rumput laut!.. Apa Kamu tidak hendak bangun...” jerit Mi Kyung kesimpulannya mengesekan kukunya dipapan catat. Seluruh berteriak sebab linu cuma Joo Hee serta Seo Joon yang tidak sedang tertidur nyenyak.

Di ruang latihan

Mi Kyung meringik Kakinya sakit sebab gunakan heels. Seo Yeon memerintahkan supaya gunakan saja sandal. Mi Kyung memberitahu jika sandal tidak sesuai dengan busana ini. Seo Yeon pikir Tidak terdapat yang memandang. Mi Kyung meringik jika dirinya yang memandang.

“ Omong- omong, Apa anda mengatur bengkel di rumah? Maksudku Seo Boncong serta Joo Hee. Mereka tertidur di kelasku. Apa mereka membuat bola sepak di rumah? Apa anda memanfaatkan daya mereka?” cakap Mi Kyung

" Saya tidak hirau bila mereka main. Yang berarti segar." Itu motoku buat mereka.” Tutur Seo Yeon

“ Astaga, apa mereka berumur 5 tahun? Coba Ingat ini. Bila tidak berlatih, mereka hendak di tingkatan terakhir.” Jelas Mi Kyung

“ Oke. Saya hendak mengurusnya.” tutur Seo Yeon. Mi Kyung kemudian mangulas aklau Lee Kang Woo tentu tidak datang

“ Ia hendak tiba esok.” Cakap Seo Yeon percaya. Mi Kyung memandang Akhir bibir Seo Yeon bergetar.

“ Apa Anda percaya kamu telah akur?” tutur Mi Kyung. Seo Yeon berterus terang telah.

" Ayo bersahabat Saya hendak menandatanganinya esok." Itu yang ia tuturkan.” Cakap Seo Yeon, Mi Kyung mengajak mereka berangkat saat sebelum Delegasi Kepsek mengomelinya.

Delegasi berdialog dengan seluruh guru jika durasi mereka

bermukim 3 minggu lagi sampai UTS jadi memohon para guru supaya Janganlah bersantai ataupun membuang durasi dengan berasumsi terdapat banyak durasi. Beliau memohon pula Janganlah menjiplak persoalan dari materi berlatih.

“ Bagaikan guru, berusahalah membuat tes. Tekunlah serta bertanggung jawab buat perencanaan UTS. Itu saja buat hari ini.” Cakap kepala serta Seo Yeon mengikuti dengan saksama.

“ Pak. Ketua Penting hendak tiba esok, bukan? Perhitungan buat regu atletik wajib disetujui.” Cakap Seo Yeon bergegas mengejar delegasi saat sebelum pergi ruangan.

“ Itu tergantung Pak Dirut.” Cakap Delegasi seakan tidak hirau. Min Hyuk memandang Seo Yeon merasa iba, Mi Kyung memandang pandangan Min Hyuk langsung menegurnya.

“ Pak Lee... Mengapa kalian lalu berikan Seo Yeon santapan?” erang Mi Kyung. Min Hyuk menanggapi buat memancingnya. Mi Kyung melonggo memandang Min Hyuk langsung berangkat.

“ Apa itu mulanya? Buat memancingnya? Kukira ia menyukainya. Apa ia melaksanakan penelitian?” cakap Mi Kyung bimbang.

Min Hyuk berupaya menelp Kang Woo tetapi ponselya tidak aktif kemudian berasumsi Bila Kang Woo tidak tiba ke sekolah esok... semacam terkenang dengan Seo Yeon yang lagi pilu. Beliau membuka lemari makananya kemudian berpikir

Santapan apa yang hendak berikan Seo Yeon energi


Kang Woo terkini saja mandi mengangkut telp dari kakaknya berasumsi Kang Hee tentu mau ketahui suatu hingga meneleponnya. Kang Hee berterus terang telah mengikuti adiknya bertugas di sekolah. Kang Woo pikir kakaknay tentu kosong sebab tidak memilah industri.

“ Apa Anda pikir dapat jadi bahaya untuk abang?” erang Kang Hee. Kang Woo pikir Bila Kakaknya segugup itu, menikahlah.

“ Abang terkini dapat jadi CEO sehabis menikah. Apa perkaranya? Nikahi saja siapa juga.” Tutur Kang Woo

“ Amati? Itu meyakinkan kalian tidak ketahui apa juga pertanyaan bidang usaha. Perkawinan merupakan bidang usaha sangat tidak profitabel. Apa Abang wajib menikahi sebarang orang?” erang Kang Hee.

“ Abang tidak dapat dihentikan. Untuk Abang, semua hidup Abang merupakan bidang usaha, bukan?” ejek Kang Woo

“ Sebab kita lagi mengulasnya, izinkan abang bertanya ini. Pakaianmu lumayan baik.” Pendapat Kang Hee. Kang Woo seketika senyap.

“ Mengapa anda bungkam saja?” tutur Kang Hee. Kang Woo terkejut jika kakaknya dapat memahaminya.

“ Apa Abang mengawasiku?” tutur Kang Woo. Kang Hee pikir Itu bukan tutur yang pas.

“ Kira saja abang mengaturmu. Janganlah takut. Para orang berumur tidak ketahui. Tidak hanya itu, bila kalian mau mengatur industri bentuk, hingga abang hendak menelaahnya.” Tutur Kang Hee. Kang Woo cuma bungkam saja. Kang Hee meringik adiknya bungkam lagi.

“ Saya hendak melaksanakannya sendiri. Saya tidak memerlukan dorongan.” Cakap Kang Woo menyangkal.

“ Anda mengenakan duit keluarga buat bayaran hidup serta hiburan. Tetapi Apa anda tidak ingin keluarga kita ikut serta dalam bisnismu? Itu harga diri ataupun keangkuhan?” tutur Kang Hee menyindir.

“ Ini suatu yang amat mau kulakukan. Jadi Berpura- puralah tidak ketahui.” Cakap Kang Woo. Kan Hee juga tidak hendak menawarkan lagi.

“ Oke.. Apa Kita akur ini tidak berhubungan dengan Shinhwa Food?” cakap Kang Woo membenarkan. Kang Hee juga menyetujuinya.

“ Mudah- mudahan sukses... Bila kalian tingkatkan kualitasnya, abang hendak mengenakan merekmu. Hingga bertemu.” Cakap Kang Hee kemudian menutup telp.

“ Kurasa ia tidak membuang- buang hidupnya.” Pendapat Kang Hee sehabis menutup telp.

Sedangkan Kang Woo meringik seluruh itu amat Mendongkolkan sekali. Beliau tidak yakin jika si abang ketahui sangat kilat. Beliau berasumsi jika sepatutnya Kang Hee

ketahui sehabis menggapai suatu. Dikala itu handphone- nya bergerak, Hyun Soo menelp. Kang Woo dengan sinis mengangkatnya.

“ Anda ketahui kita terdapat rapat hari ini, bukan? Hingga esok, Pak Lee.” Cakap Hyun Soo kemudian menutup telpnya.

“ Saya tidak yakin Lee Kang Woo bertugas untukku!” teriak Hyun Soo senang kemudian berteriak jengkel memandang banyak kotor digedungnya.

“ Apa Mereka tidak ketahui metode mendaur balik? Gimana bila saya didenda sebab tidak mendaur balik dengan betul? Saya yang beri uang! Astaga, kanak- kanak bandel ini. Mereka tidak hirau pada industri. Mengapa mereka tidak hirau?” cakap Hyun Soo lalu mengomel.

Seo Yeon serta Mi Kyung berangkat membeli minuman, Mi Kyung pikir memiliki ilham baik. Seo Yeon menanya mengenai apa. Mi Kyung menanggapi ini mengenai Park Hyun Soo sebab dapat mencari ketahui pertanyaan profesinya. Seo Yeon pikir buat apa.

“ Apa Anda tidak penasaran? Bila keluarga Lee Kang Woo mengatur Shinhwa Food, Saya percaya Park Hyun Soo mengatur bidang usaha besar.” tutur Mi Kyung yakin

“ Walaupun sedemikian itu, apa yang hendak anda jalani? Kukira anda tidak pikirkan ia buat jadi suamimu.” Cakap Seo Yeon

“ Anda cuma memandang satu perihal, tetapi kandas memandang cerminan besar. Dari Lee Kang Woo serta Park Hyun Soo, kita hendak temui sahabat mereka serta temannya sahabat mereka. Dikala lalu berjumpa banyak orang,

hingga saya percaya hendak menciptakan seorang.” Cakap Mi Kyung

“ Saya ragu mereka seluruh semacam Won Seok.” Pendapat Seo Yeon. Mi Kyung pikir Seo Yeon memanglah hebat.

“ Bila anda mau menikah dengan bagus tanpa pengetahuan serta berupaya sekeras ini, itu namanya mencuri. Jadi, apa ilham bagusmu?” pertanyaan Seo Yeon.

Mi Kyung menunjuk pada novel tahunan menunjuk gambar" Park Hyun Soo" serta kemudian memberitahu Won Seok jika laki- laki itu klien di barnya. Won Seok seakan tidak pedul merapihkan rambutnya. Mi Kyung memberitahu Hyun Soo

nampak lebih berumur dari umurnya, jadi, nampak semacam dikala sedang berpelajaran.

“ Anda mengidentifikasinya, kan?” tutur Mi Kyung. Won Seok justru menanya balik mengapa apakah Hyun Soo ia mencederai ataupun semacamnya?

“ Demikian ini, sesungguhnya...” cakap Mi Kyung memerap. Seo Yeon memandang aksi Mi Kyung meringik jika temanya memakai metode yang salah.

“ Ia tidak hendak terkecoh air mata perempuan.” Cakap Seo Yeon. Won Seok berpaling pada adiknya mau ketahui terdapat apa dengan temanya.

“ Kita wajib mencari ketahui ia bertugas di aspek apa. Cuma saja... Ia serta rekannya merayu Seo Yeon serta saya.” Ucap

Mi Kyung. Won Seok langsung bertindak sebab terdapat yang merayu adiknya.

“ Betul. Ia lalu mengajaknya kencan berbohong bukan homoseksual. Mereka tentu berasumsi hendak mengasyikkan mempermainkan kita. Ia kerap sekali merayu Seo Yeon. Coba Amati. Kalian ketahui siapa ia, bukan? Apa profesinya?” tutur Mi Kyung penasaran.

“ Saya tidak ingat seluruh pelangganku. Walaupun ketahui, saya tidak dapat menguak data individu.” Tutur Won Seok.

Mi Kyung kembali memerap. Seo Yeon meringik jika itu tidak ampuh padanya. Won Seok juga berangkat, Seo Yeon mengayunkan tangan padasang abang mudah- mudahan hari Abang mengasyikkan kemudian memberitahu Mi Kyung

Itu bisa jadi sukses pada Won Jae, tetapi tidak hendak sukses pada Won Seok.

“ Hei... Apa yang anda jalani?” tutur Seo Yeon bingung memandang Mi Kyung tiduran diranjang Won Seok.

“ Gimana rasanya bangun di sisi laki- laki ganteng semacam kakakmu? Ia apalagi harum.” Tutur Mi Kyung mesem sendiri dibalik selimut.

“ Apa anda amoral? Mari bangun.” Tutur Seo Yeon. Mi Kyung sedang saja berpendapat jika badan Won Seok hendak letih sebab beliau terdapat di ranjangnya.

“ Mari Bangun... Anda wajib berjaga- jaga. Laki- laki dapat beresiko.” Jerit Seo Yeon. Mi Kyung sedang saja tiduran diatas tempat tidur Won Seok.

Won Seok pergi dari rumah membuka pintu mobilnya kemudian terkenang dengan perkata Mi Kyung jika Hyun Soo serta rekannya merayu mereka berdua atau Beliau juga mengenang wajah Hyun Soo merupakan laki- laki yang masuk ke rumah Seok Min dikala berbugil dada.

Seo Joon masuk lift tidak terencana berhadapan dengan Kang Woo. Keduanya nampak aneh tetapi silih memandang. Kang Woo memandang Seo Joon pergi lebih dahulu kemudian memandang seragamnya itu SMA Shinhwa, kemudian meringik Mengapa berhadapan dengan anak didik penataran pembibitan di sini

“ Ia mengingatkanku pada Joo Seo Yeon. Itu cuma terjalin dikala saya tekanan pikiran di depan Joo Seo Yeon.” Cakap Kang Woo seketika merasakan dadanya berdegub.

Di ruang bimbingan, mereka seluruh lagi menyaksikan film danca. Jung Ho menanya pada Seo Joon apakah

telah menyudahi hendak melaksanakan apa buat uji akhir bulan, Seo Joon pikir tidak butuh menyiapkannya sebab sedang memiliki durasi.

“ Hei, kali ini hendak berlainan.. CEO hendak muncul.” Tutur Jung Ho. Seo Joon ketahui kemudian terkenang suatu.

“ Kurasa saya terkini saja memandang CEO.” Tutur Seo Joon. Jung Ho terkejut mau ketahui bila itu.

“ Di lift. Kantor CEO terdapat di lantai atas, bukan? Astaga, mengapa saya tidak mempertimbangkan itu?” cakap Seo Joon jengkel.

“ Gimana penampilannya? Bagi rumor, ia nampak amat kurang baik.” Tutur Jung Ho

“ Tidak. Itu edan. Ia amat ganteng. Kukira ia bentuk.” Cakap Seo Joon. Jung Ho tidak yakin mencermatinya serta mau ketahui Di lantai berapa melihatnya.

Dikala itu instruktur masuk ruangan,

memberitahu jika tes mereka di akhir bulan hendak diadakan sehabis UTS. Seluruh melonggo terkejut mencermatinya, Instruktur memberitahu Bila angka mereka tidak naik dari rapor terakhir, itu tidak penuhi ketentuan serta itu catatan dari CEO.

“ Itu tidak seimbang... Bu, janganlah jalani itu.” Erang badan Trainee. Instruktur memerintahkan mereka seluruh bungkam.

“ Bila tidak senang, kalian dapat berangkat... Pasti saja, itu berarti anda hendak kehabisan kesempatan besar jadi bintang favorit berhasil bagaikan tim laki- laki dari Hi- Seven. Oke. Kamu hendak bergantian berkata tujuan kamu.” Tutur Instruktur memanggil julukan trainee.

“ Lee Hyung Won... Kalian tingkatan 20 di kategori, bukan? Kalian cuma butuh menjaga nilaimu.” Tutur Pelatih

“ Saya hendak berupaya terletak di tingkatan ke- 10 kali ini.” Tutur Hyung Won percaya. Seo Joon yang mencermatinya nampak cemburu.

“ Bila anda tidak dapat menggapai tujuanmu, seluruh selesai. Pikirkan serius.” Cakap Instruktur. Hyun Woo percaya dapat melaksanakannya.

“ Oke. Bila anda bilang sedemikian itu. Berikutnya merupakan Joo Seo Joon... Baik. Kalian memiliki banyak ruang buat dipanjat... Tuturkan. Berapa tempat?” tutur Instruktur.

“ Seratus!” jelas Seo Joon percaya sedangkan trainee yang lainya cuma dapat mengejek.

Di kantor

Hyun Soo mempelihatkan bentuk busana perempuan dalam slide kemudian menjelaskan

Di satu bagian, bintang film merupakan kediaman promosi berjalan. Serta Yang mereka makan serta pakai menghasilkan profit yang amat besar. Beliau memebritahu Para penggemar amat loyal bila menyangkut bentuk.

“ Apalagi bila kausnya dengan harga ratusan dolar, kemudian bila bintang kesukaan mereka mengenakan gamis itu, mereka hendak bertugas catok durasi buat mengenakan gamis yang serupa.” Nyata Hyun Soo

“ Hendak kuberi ilustrasi. Tingkatan keuntungan buat beberapa barang kita amat besar semacam yang anda ketahui sementara itu desainnya kurang baik. Ayo kita memakai itu buat profit kita. Kita wajib buatnya lebih bagus dari beberapa barang. Kita wajib meluncurkan lini bentuk supaya penggemar serta orang lazim dapat mengenakan produk kita.” Nyata Hyun Soo.

“ Oke. Terdapat bentuk yang dapat menaikkan merk. Kita memiliki bunda modal serta konsumen. Apa yang tidak kita punya? Desainernya. Busana ini nampak baik, bukan?” cakap Hyun Soo menampilkan rancana pakaian lainya.

“ Laki- laki ini mengonsep busana itu. Ia pendesain yang bekerja meluncurkan lini bentuk” cakap Hyun Soo kemudian memerintahkan Kang Woo menyapa.

“ HS Entertainment. Namanya Lee Kang Woo.” Tutur Kang Woo pendek kemudian kembali bersandar.

“ Itu saja? Terdapat perihal lain yang mau kalian tuturkan?” bisik Hyun Soo. Kang Woo pikir mereka jalani lama- lama saja.

“ Semacam yang kamu amati, ia amat tidak santun. Tetapi ia pendesain yang baik, jadi, ayo maklumi ia. Pasti saja, kita dapat mengundang pendesain populer, tetapi bila sedemikian itu, kita tidak dapat mengutip profit besar.” Tutur Hyun Soo mengejek temanya.

“ Untungnya, ia tidak sangat populer. Jadi, gajinya tidak sangat besar. Tidak hanya meluncurkan lini bentuk kita sendiri, ia hendak jadi ketua bentuk buat Hi- Seven serta tim terkini yang hendak lekas debut.” Nyata Hyun Soo. Kang Woo semacam menjajaki apa yang disukainya.

Keduanya bersandar di ruangan Hyun Soo. Hyun Soo membenarkan Kang Woo yang sangat tidak hendak mengonsep busana perempuan. Kang Woo berterus terang tidak ingin serta Itu terdapat dalam kontrak kemudian meringik Hyun Soo yang sedang mangulas itu.

“ Hei... Kakakku ketahui.” Akui Kang Woo. Hyun Soo terkejut jika Kang Hee ketahui jika Kang Woo pendesain di perusahaannya.

“ Apa tuturnya? Ia menyuruhmu lekas menyudahi?” pertanyaan Hyun Soo belingsatan. Kang Woo berterus terang tidak semacam itu tetapi Kebalikannya.

“ Ia menyuruhku memberikan ide bila saya mau mengatur industri bentuk. Ia hendak menelaahnya.” Cakap Kang Woo.

“ Benarkah? Hei, miliki pemodalan dari Shinhwa Food.” Tutur Hyun Soo. Kang Woo langsung berteriak jengkel.

“ Oke... Ayo jalani ini dengan duit serta otakmu.” Cakap Hyun Soo paham dengan tindakan temanya.

Sek tiba memberitahu Hyun Soo jika seluruh telah sedia.

Hyun Soo mengajak berangkat. Kang Woo meringik apa lagi kali ini.

Hyun Soo mengajak Kang Woo berangkat club. Tetapi Kang Woo semacam tidak aman, Hyun Soo memerintahkan Kang Woo supaya dapat ceria

sebab Kang Woo itu

bukan siapa- siapa di mari serta bukan cucu arahan Shinhwa Food tetapi cuma karyawan.

“ Tidak terdapat yang berhasil seorang diri. Mereka hendak menolong kamu.” Cakap Hyun Soo. Kang Woo semacam sedang tidak aman dengan berisik bingar.

“ Bila kalian tidak ingin melaksanakan apa juga, memohon duit pada keluargamu serta mulailah dengan aman. Saya tidak hendak memohon ubah cedera. Apa ingin batalkan saja? Haruskah saya menelepon Kang Hee?” cakap Hyun Soo mengancam

“ Janganlah. Ayolah... Saya tidak sempat bilang tidak hendak turut. Saya hendak turut.” Tutur Kang Woo.

Won Jae masuk ke club yang serupa bawa postingan Kang Hee kemudian menanya apakah perempuan itu kerap tiba ke mari. Sang bartender memberitahu jika Won Jae tidak dapat memperolehnya sebab Kang Hee tidak tiba ke mari buat berjumpa laki- laki.

“ Ia tiba ke mari buat berajojing... Penampilanmu? Ia tidak hirau. Duit? Terlebih. Ia tidak memerlukan apa juga. Mengapa ia menginginkanmu?” cakap Bartender. Won Jae semacam tidak yakin mencermatinya.

“ Saya ketahui kalian hebat,

tetapi anda tidak dapat memperolehnya.” Cakap Bartender. Won Jae merasa Kang Hee memanglah menarik.

Posting Komentar

0 Komentar