Kang- woo bertanya dengan Dokter Kim hal bimbang perasaannya. pagi hari di sekolah, Seo- yeon menolong siswanya yang hadapi cedera ke ruangan UKS. Kala itu Seo- yeon jatuh membuat cedera di kakinya. Hingga di UKS, Min- hyeok menyembuhkan anak didik itu berikutnya, Min- hyeok menyembuhkan cedera di lutu Seo- yeon. Min- hyeok berkata era lalunya. Flash back, Min- hyeok datang awal kali di sekolahan buat melaksanakan rekreasi sekolah. Ia memandang Seo- yeon awal kalinya menggendong siswi yang hadapi epistaksis alhasil membuat Mi- hyeok kagum.
Durasi saat ini, Kang- woo memandang Seo- yeon diatasi oleh Min- hyeok yang membuat ia kira- kira dengki. Kang- woo berangkat ke luar membeli bunga buat diserahkan pada Seo- yeon. Dikala Seo- yeon kembali ke sekolah, di koridor ia memandang Mi- kyung serta Seo- yeon tetapi lekas Kang- woo membuang bunga itu kemudian jalur berputar arah tidak berani mendekati Seo- yeon.
Malam hari, Kang- hee membagikan panduan duit pada juru parkir serta ia mengenang perkataan Won- jae buat lebih santun dalam membagikan panduan pada orang lain. Kala Kang- hee mengemudikan mobil, ia sudah memusnahkan mobil mainan kepunyaan Won- jae yang dikala itu berbohong bagaikan orang lain dengan mengenakan kaca mata serta nampak laki- laki berkepribadian kanak- kanak. Kang- hee mengutip mobil mainan yang cacat dari dasar mobilnya serta berkata pada Won- jae kalau ia hendak mengubah mainannya tetapi Won- jae berkata tidak butuh karena ini pula ialah kesalahannya. Won- jae bergegas berangkat serta dihampiri juru parkir yang mengenali kalau Kang- hee jadi sasaran Won- jae berikutnya.
Di klub malam guy, Seo- yeon tiba buat mengantarkan obat Won- suk tetapi Won- suk telah kembali ke rumah. Tetapi dikala itu Seo- yeon kaget memandang Kang- woo lagi bersama dengan Hyun- soo disitu alhasil Seo- yeon kembali menyangka Kang- woo serta Hyun- soo pendamping guy. Sedangkan di adres Seo- yeon, Won- suk kaget memandang Ho- dol dengan menganggapnya bagaikan penguntit. Mendadak Seo- joon pergi berkata kalau Ho- dol merupakan guru dirinya. Lekas Ho- dol bergegas berangkat pergi dari rumah itu.
Di tempat lain, Jang- mi menggenggam kameranya dimana ia memandang gambar Ho- dol dengan berkata" saya cemburu, gimana dapat kalian masuk ke rumah itu?" Ia kemudian melekatkan gambar itu ke bilik dimana di dindingnya ada potret- potret Seo- hyeon yang dibingkai berupa batin serta apalagi ada gambar Seo- joon. Di tempat lain, Seo- yeon menjaga Won- suk yang lagi sakit.
Besok harinya, di alun- alun sekolah dimana Kang- woo dihampiri oleh Seo- yeon berakhir membagikan bimbingan pada muridnya. Seo- yeon berkata pada Kang- woo," Kang- woo maukah kalian kuajarkan metode pelari yang bagus". Kang- woo cuma senyap setelah itu Seo- yeon berkata" Kira saja terdapat garis finish. Dikala kalian terletak di garis mulai, bayangkan suatu yang anda mau bagus itu barang, orang ataupun juga suasana". Kang- woo cuma tersimpul setelah itu Seo- yeon meneruskan kalau ia mencapai medali dengan filosofi ini serta berkata" Kang- woo, kalian pula wajib berlari, janganlah pikirkan yang lain fokus saja kepada garis finish". Seo- yeon bergegas berangkat memunggungi Kang- woo. Kang- woo memandang Seo- yeon serta mengenang saat- saat Seo- yeon belia meninggalkannya. Kala jarak Kang- woo dengan Seo- yeon terlihat jauh, Kang- woo bertamu Seo- yeon dengan berkata" Saya hendak berlari, semacam yang kalian tuturkan saya hendak fokus cuma perihal itu".
Malam harinya, Seo- yeon mengarah Tujuan yang dijanjikan oleh Kang- woo. Dimana Seo- yeon datang di gerai berolahraga tempat dimana Kang- woo menunggu Seo- yeon. Kang- woo berkata kalau ia mau Seo- yeon memilah busana buat timnya. Setelah itu Kang- woo berkata pada Seo- yeon kalau ia mau Seo- yeon terletak disisinya. Seo- yeon berdialog dalam hatinya bisa jadi Kang- woo cuma memerlukan perempuan buat tameng supaya tidak kencan tunanetra lagi. Ia pula sedang berasumsi hubungannya dengan Hyun- soo. Seo- yeon kemudian berkata pada Kang- woo kalau ia tidak mau terletak di tengah- tengah hubungannya dengan Hyun- soo. Kang- woo setelah itu beranggapan kalau Seo- yeon jatuh batin kepada Hyun- soo.
Kang- woo kembali ke rumah serta marah pada Hyun- soo. Kang- woo berkelahi dengan Hyun- soo lekas Kang- woo yang salah mengerti berkata kalau Seo- yeon senang pada Hyun- soo. Kang- woo berangkat sedangkan itu Hyun- soo mengetahui kalau bisa jadi Seo- yeon beranggapan dirinya serta Kang- woo ialah pendamping guy. Besok harinya di sekolah, Seo- yeon menyapa Kang- woo tetapi Kang- woo terlihat acuh tak acuh.
Malam harinya, Seo- yeon tidak dapat tidur mengenang dikala SMP ia sudah menyangkal Kang- woo serta pula Seo- yeon mengenang dikala peristiwa di gerai berolahraga. Lekas Seo- yeon berangkat ke adres Kang- woo. Seo- yeon yang sedang beranggapan Kang- woo mau pacaran dengannya cuma buat menutupi kedoknya yang dikira guy, Seo- yeon menyambut Kang- woo jadi pacarnya. Kang- woo juga merasa senang dengan memeluknya.

0 Komentar