Seo- yeon serta Kang- woo berjumpa kembali di ruang kegiatan Kang- woo di rumah dimana ia memandang coretan bentuk serta sketsanya yang terpajang di bilik. Kondisi juga jadi aneh di antara keduanya serta dikala datang di hari selanjutnya, Kang- woo memandang Seo- yeon di stasiun bis.
Berkendara bersama, mereka nyaris menabrak, mendesak Seo- yeon buat mencapai dada Kang- woo, bawa Kang- woo menarik kursinya ke balik buat menjauhi cengkraman Seo- yeon. Seo- yeon pergi dari mobil memandang mantannya yang lagi mabuk, dimana Seo- yeon berupaya buat mengingatkan mantannya itu. Tetapi sang mantan berusaha memukul Seo- yeon, mendadak Kang- woo membelanya serta menyambut bogem mentah itu di dada Kang- woo.
Berakhir suatu kejadian di kantor polisi, Kang- hee berjumpa Kang- woo serta Seo- yeon di luar, dimana Kang- woo menanya siapa Seo- yeon, lekas Kang- woo menyangkal buat memberitahukan Seo- yeon kepada Kang- hee kemudian ia bergegas berangkat. Kang- woo mengonfrontasi
Seo- yeon yang sangat berlebihan kepada mantannya. Lekas Seo- yeon jengkel serta bergegas berangkat meninggalkan Kang- woo.
Di sekolah, Kang- woo menanya kepada Mi- kyung apa yang terjalin kepada orang berumur Seo- yeon serta berakhir sebagian estimasi, Mi- kyung menumpahkan semua bukti. Nyatanya mereka ditabrak oleh seseorang juru mudi mabuk sedangkan Seo- yeon sedang kecil memantau dari jauh, menarangkan alibi dibalik keenggganan dirinya buat membuktikan pada orang tuanya serta pula desakannya buat bisa mengakhiri mantannya yang pemabuk itu.
Kang- woo kembali ke rumah serta mengetahui seluruhnya serta terkenang dikala papa Seo- yeon mengikat
ikatan sepatunya. Di hari berikutnya, Kang- woo serta Seo- yeon keduanya berlari di jalur serta mereka bertatap wajah. Kang- woo mendatangi Seo- yeon kemudian memohon maaf kepada tindakannya di era kemudian.

0 Komentar